Selasa, 14 Februari 2012

BUNGA

BUNGA SEMPURNA
Definisi bunga sempurna adalah bunga yang memiliki lima bagian yaitu tangkai, kelopak mahkota, benang sari dan putik .Bagian di atas tangkai bunga agak membesar, disebut dasar bunga.Saat bunga masih kecil, dasar bunga ini dibungkus oleh kelopak bunga. Mahkota merupakan tampilan paling indah pada bunga.
            Benang sari berada di antara mahkota bunga dan mempercantik tampilan bunga. Benang sari ini berbentuk seperti benang, biasanya dengan warna yang berbeda dengan mahkota bunga. Benang sari merupakan alat kelamin jantang pada bunga. Dengan benang sari, bunga terlihat lebih indah dan mempesona.Di tengah-tengah benang sari tumbuh putik, biasanya dengan bentuk, warna, di ukuran yang berbeda. Putik merupakan alat kelamin betina pada bunga. Akan tetapi tidak semua bunga memiliki putik atau benang sari.
            Bunga yang memiliki benang sari dan putik pada satu bunga, pada saat penyerbukan tidak memerlukan sel kelamin dari bunga lain,karena kedua jenis sel kelamin sudah terdapat pada bunga itu.
BAGIAN-BAGIAN BUNGA SEMPURNA


Bagian-bagian bunga
1. Benangsari (Stamen)
a. Kepala sari (Anthera)
b. Tangkai sari (Filamen)
2. Putik (Pistillum)
a. Tangkai Putik (Stylus)
b. Bakal Buah (Ovarium)
3. Makhkota/Tajuk (Corolla)
4. Kelopak (Calyx)
5. Dasar Bunga (Receptaculum)
6. Tangkai Bunga (Pedicellus)

BUNGA JANTAN
Bunga yg hanya mempunyai serbuk sari tanpa bakal buah Rangkaian bunga jantan terbungkus oleh dua lapis seludang bunga seperti halnya bunga betina. Bunga mulai mekar satu minggu setelah seludang kedua (bagian dalam) terbuka. Individu bunga jantan tersusun secara spiral pada spikelet. Spikelet bunga jantan berbentuk seperti tongkol tersusun pada rakila (sumbu pembungaan). Mekarnya bunga jantan dimulai dari pangkal spikelet dan disertai aroma khas serta pelepasan serbuk sari.Organ bunga dari bunga jantan normal terususun pada tiga lingkaran bunga yaitu satu daun pelindung bertekstur kusam dan berwarna hijau cokelat berada pada posisi lingkaran bunga pertama, enam perhiasan bunga pada lingkaran kedua, dan lingkaran ketiga terdapat enam stamen.
Abnormalitas pada bunga jantan dapat diamati pada saat seludang kedua masih membungkus rangkaian bunga (tandan bunga fase tiga) seperti halnya pada bunga betina, namun diduga abnormalitas dimulai pada saat pembentukan primordia bunga. Bunga jantan abnormal mempunyai rangkaian bunga, spikelet, daun pelindung dan perhiasan bunga lebih besar dibanding dengan bunga jantan dari tanaman normal meskipun secara morfologi sama. Bagian organ bunga yang membesar disebabkan stamen pada lingkaran bunga ketiga mengalami perubahan bentuk menjadi struktur seperti karpel. Jumlah karpel dan stamen bervariasi sesuai dengan tingkat abnormalitas serta letaknya pada spikelet. Struktur karpel pada bunga jantan mempunyai ciri sama dengan bunga betina, dilengkapi dengan stigma meskipun karpelnya berukuran lebih kecil.

BUNGA BETINA
Bunga yg hanya mempunyai bakal buah tanpa serbuk sari Abnormalitas pada bunga betina kelapa sawit dapat diamati pada saat rangkaian bunga hanya dibungkus seludang kedua atau pada fase tiga. Pada fase ini, nampak jelas batasan antar karpel tambahan bahkan karpel-karpel tersebut mudah dipisahkan. Pada rangkaian bunga fase dua, telah nampak batasan antar karpel namun masih menyatu. Diduga pada fase pertama bahkan pada saat terbentuk primordia karpel utama, primordia karpel tambahan juga terbentuk namun tidak dapat diidentifikasi secara visual dalam penelitian ini.
Rangkaian bunga betina abnormal mempunyai morfologi seludang dan spikelet sama seperti tanaman normal, demikian juga dengan bagian-bagian organ bunga. Perbedaan dengan tanaman berbunga normal adalah adanya karpel lain yang disebut karpel tambahan. Jumlah karpel tambahan berkisar antara tiga sampai tujuh buah tetapi umumnya ditemukan enam buah yang berada pada posisi lingkaran bunga keenam mengelilingi karpel utama. Bentuk dan warna karpel tambahan sama dengan karpel utama yaitu mempunyai stigma dan berwarna putih. Dengan demikian bunga betina abnormal mempunyai tujuh lingkaran bunga dengan adanya karpel tambahan tersebut.
Organ bunga Arabidopsis seperti halnya tanaman dikotil lain terdiri atas sepal, petal, stamen dan karpel. Pada semua kasus, struktur perhiasan bunga (sepal dan petal) tersusun pada batas luar bunga, sedangkan organ reproduksi (stamen dan karpel) berada di posisi tengah
Sistim model pada Arabidopsis digunakan untuk mempelajari perkembangan bunga yang tersusun dalam empat lingkaran bunga yaitu lingkaran pertama adalah sepal diikuti oleh lingkaran petal, lingkaran stamen dan lingkaran keempat adalah karpel. Pada kasus ini, identitas lingkaran organ bunga ditentukan oleh aktivitas sejumlah gen homeotik. Peranan gen homeotik bunga terhadap perkembangan bunga pada Arabidopsis dan species dikotil yang lain dikenal dalam bentuk model ABC
sedangkan kelapa sawit sebagai tanaman monokotil mempunyai susunan organ bunga berada pada enam lingkaran
Umumnya bunga mempunyai perhiasan bunga berupa sepal berwarna hijau dan petal berwarna-warni, sedangkan organ reproduksinya berupa stamen dan atau pistil. Apabila bunga telah mengalami penyerbukan dan pembuahan maka petal akan layu dan gugur. Perhiasan bunga pada kelapa sawit tidak menunjukkan karakteristik seperti diuraikan di atas. Perhiasan bunga yang terdapat pada lingkaran bunga keempat dan kelima berwarna putih transparan dan saat bunga mekar berwarna putih kusam agak kaku, keadaan inipun terjadi pada pelindung bunga. Daun pelindung, pelindung bunga dan perhiasan bunga tetap ada sampai buah panen. Pada fase buah muda, perhiasan bunga bagian dalam berubah warna menjadi ungu seperti warna buah tetapi hanya pada bagian tengah sebelah dalam kemudian menjadi cokelat pada buah setengah tua. Menurut Tjitrosoepomo (2005) tidak semua bunga mempunyai perhiasan bunga yang dapat dibedakan secara jelas sebagai sepal atau petal, sehingga tumbuhan yang mempunyai sepal dan petal bunga sama dalam bentuk dan warna disebut tenda bunga (perigonium). Bagian-bagian yang menyusun tenda bunga disebut tepala atau daun tenda bunga.

BENANG SARI

Benang sari atau stamen (dari kata Latin stamen, 'benang pintal') ialah organ reproduksi jantan pada bunga. Setiap benang sari umumnya terdiri dari tangkai sari atau filamen (dari kata Latin filum, 'benang'), dan, pada ujung tangkai sari, kepala sari atau anter (dari kata Yunani kuna anthera, 'dari bunga').
Anter biasanya terdiri dari empat kotak sari, disebut mikrosporangia. Perkembangan mikrosporangia dan spora haploid yang terkandung di dalamnya (yaitu serbuk sari) mirip dengan mikrosporangia pada tumbuhan gimnosperma seperti pinus dan lumut. Serbuk sari dilepaskan dari anter, lalu jatuh, atau terbawa oleh agen eksternal — angin, air, atau hewan — ke putik bunga yang sama maupun bunga lain sehingga terjadi penyerbukan.






0 komentar:

Posting Komentar